Artikel kesehatan

Info Kesehatan
Teh berkhasiat bagi kesehatan

Dari hasil penelitian, flavonoid yang merupakan antioksidan polifenol pada teh mampu memperkuat dinding sel darah merah dan mengatur permeabilitasnya, mengurangi kecenderungan trombosis dan atherosklerosis di pembuluh darah yang selanjutnya akan mengurangi risiko kematian akibat jantung koroner.

Di kawasan Shizuoka, Jepang, penduduknya dikenal sebagai peminum teh. Sejak zaman nenek moyangnya mereka memang doyan teh. Hasil penelitian menunjukkan ternyata angka kematiannya akibat penyakit berbahaya seperti kanker dan jantung sangat rendah. Angka ini jauh lebih rendah dibanding penduduk kota-kota lain di Jepang yang bukan peminum teh.

Di Jepang dikenal ada upacara minum teh. Rangkaian upacara ini diawali dengan pembersihan teko penyajian, memasak air, menuang teh ke dalam teko tadi, menuang air panas ke dalamnya, mengaduknya sampai rata dan berbuih, serta kemudian menyajikannya pada tamu dengan tata cara khas Jepang. Mesti upacara ini kelihatannya sederhana, tapi ada suatu getaran ritual dilibatkan, yang membuat upacara minum teh ini jadi suatu seni yang bertahan berabad-abad. Namun bukan ritual itu yang membuat teh berkhasiat, tapi kandungan kimia seperti polifenol dan kafeinlah yang membuat teh berkhasiat bagi kesehatan.

Fungsi Teh
Sebagai minuman terpopuler kedua di dunia setelah air putih, teh berkhasiat bagi kesehatan. Diantaranya :
-mencegah kanker
-meningkat produksi trombosite
-mengandung vitamin C
-menurunkan kemungkinan serangan jantung
-memperkuat urat-urat
-membantu pencernaan
-penyubur dan menghitamkan rambut
-mencegah kencing manis (diabetes mellitus)
-mengatasi sakit kepala
-mengandung floride dan mineral yang  
 memperkuat gigi dan tulang
-berfungsi sebagai anti-bakteri, melawan
 penyakit seperti diare, cholera, tipes
-mempertajam pikiran, konsentrasi dan
 menghilangkan kelelahan

Berdasarkan hasil penelitian Dr Sirving O Keli dari Lembaga Perlindungan Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda, meminum teh sebaiknya minimal 4,7 cangkir per hari. Dengan cara ini, peminumnya akan tetap bugar dan terhindar dari gangguan jantung dan kanker.

Dalam buku Shennong Bencao, Sennong mencatat 72 jenis tanaman beracun yang dapat dinetralisir oleh teh. Dengan kemampuan antibakterinya, teh membantu menghambat infeksi tenggorokan. Penelitian juga menunjukkan, meminum teh akan memperbaiki konsentrasi, ketajaman perhatian, dan kemampuan memecahkan masalah.

Lebih dari itu, teh bisa pula digunakan sebagai obat luar untuk beberapa penyakit. Di Cina, umpamanya, teh digunakan sebagai obat rumah untuk me-nyembuhkan luka atau mencegah penyakit kulit dan penyakit kaki karena kutu air.

Selamat mencoba.



[Dibaca 3066 kali]
Developed by JogjaCamp Teh Kesehatan Copyright 2013