Artikel kesehatan

Info Kesehatan
Teh, bukan Sekadar Penghilang Dahaga

BANGSA Cina mulai minum teh, yang berasal dari daun Camellia sinensis , sejak abad ke-4. Chin Nung seorang filosof memuji, "teh lebih baik daripada anggur, tidak memabukkan; lebih baik daripada air mentah, tidak membawa bibit penyakit; sebagai penangkal racun". Pada "Book of Tea" yang ditulis abad ke-8 oleh Lu Yu menggambarkan bahwa "teh merupakan minuman yang membuat kita lebih bersemangat bila meminumnya, menenteramkan hati, membuka pikiran dan mencegah rasa kantuk, membuat badan terasa ringan dan segar serta meningkatkan kemampuan berpikir."

Teh mengandung zat antioksidan yang dikenal dengan sebutan polifenol, yang tampaknya berperan besar dalam pencegahan berbagai macam penyakit. Polifenol mempunyai kemampuan menetralisir radikal bebas, suatu produk sampingan dari proses kimiawi dalam tubuh yang mengganggu. Kemampuan inilah yang mungkin menjadi jawaban, mengapa teh kemudian juga bisa mencegah serangan jantung dan kanker.

Bagaimana teh bekerja melawan semua ini? Polifenol dalam teh bekerja dalam tiga cara. Pertama, polifenol mencegah radikal bebas merusak DNA dan menghentikan perkembangan sel-sel liar yang akan berkembang menjadi kanker. Kedua, polifenol mampu mengontrol pertumbuhan sel-sel yang tak terkendali dan menghambat perkembangan kanker. Ketiga, polifenol tertentu dapat menghancurkan kanker tanpa merusak sel-sel di sekitarnya. Selain itu, antioksidan ini memperlancar arteri mengirim darah yang penuh gizi ke jantung dan ke seluruh tubuh.

Banyak dari kita yang beranggapan bahwa teh hijau lebih baik dari teh hitam. Sebenarnya teh hijau dan teh hitam sama-sama mengandung antioksidan dalam jumlah yang hampir sama tetapi bentuknya berbeda. Flavonoid dalam teh hijau bentuknya lebih sederhana, sementara flavonoid dalam teh hitam bentuknya lebih kompleks. Namun kedua senyawa ini dapat berfungsi dengan baik sebagai antioksidan.


Jenis teh

Berdasarkan proses pembuatannya, teh dapat digolongkan menjadi tiga jenis; teh hijau, teh oolong dan teh hitam. Teh hijau sangat populer di Cina dan Jepang. Teh hijau adalah teh yang tidak melewati proses oksidasi enzimatik. Teh jenis ini paling populer dan dipercaya berkhasiat untuk kesehatan. Setelah daunnya dipetik, kemudian memasuki tahapan pelayuan, kemudian disangrai untuk mencegah terjadinya proses oksidasi pada daun. Selanjutnya daun diberi bentuk seperti pilin, bundar ataupun keriting. Proses pembentukan ini juga berguna mengatur pengeluaran senyawa alami dan aroma selama penyeduhan. Proses terakhir adalah pengeringan daun, agar keharuman dan warna hijaunya tetap terjaga.

Teh oolong merupakan teh semioksidasi enzimatis. Teh oolong terbaik di dunia dapat ditemukan di Taiwan, Cina dan India. Proses pengolahannya, setelah dipetik, daun dijemur di bawah sinar matahari agar layu. Proses ini ditujukan untuk menurunkan kadar air dan membuat daun lebih lembut. Kemudian daun digiling untuk mengeluarkan airnya diikuti proses oksidasi enzimatik yang pendek sebelum dikeringkan di oven. Setelah diproses, warna daunnya berubah menjadi seperti tembaga dengan cita rasa ringan, antara teh hijau dan teh hitam.

Teh hitam merupakan teh yang mengalami proses oksidasi enzimatis secara sempurna. Teh hitam merupakan produk utama di Indonesia, Sri Lanka dan India. Proses pengolahannya dimulai dengan pelayuan selama 12 - 18 jam. Proses ini untuk mengurangi kadar air dalam daun. Setelah pelayuan, dilakukan penggilingan. Hancurnya membran daun saat penggilingan menyebabkan keluarnya sari teh dan minyak esensial sehingga memunculkan aroma khas.

Selesai penggilingan, daun-daun diletakkan ke dalam wadah untuk oksidasi enzimatik. Proses ini dihentikan pada saat rasa dan aroma dinilai sudah maksimal. Proses ini berlangsung pada saat daun dimasukkan ke dalam oven untuk pengeringan. Sarinya akan mengering di permukaan daun dan bertahan relatif tetap sampai dilepaskan oleh air panas selama penyeduhan.


Kandungan gizi

Kandungan gizi dan khasiat yang penting dalam teh berasal dari kombinasi unik berbagai senyawa seperti karbohidrat, asam amino, vitamin, lemak, mineral, alkaloid dan polifenol. Antioksidan dalam teh mempunyai kekuatan 100 kali dari vitamin C dan 25 kali jika dibandingkan dengan vitamin E dalam melindungi sel dari kerusakan yang berhubungan dengan kanker, penyakit jantung, radang sendi bahkan penuaan. Dapat dikatakan, teh merupakan super antioksidan.

Polifenol selalu dikaitkan dengan kemampuan untuk menghambat dan mencegah perkembangan kanker. Hal ini dimungkinkan karena polifenol mampu mencegah radikal bebas merusak DNA dan menghentikan sel-sel liar (kanker) sejak dini. Kemudian polifenol mampu mengontrol pertumbuhan sel-sel yang tak terkendali dan menghambat perkembangan kanker. Jadi sudah sepantasnya jika dikatakan bahwa teh merupakan minuman yang menyehatkan.


Manfaat minum teh

Dengan mengonsumsi teh sebanyak enam cangkir setiap hari, tubuh kita akan menyerap sebanyak 70 mg protein. Sedangkan kandungan karbohidrat dari secangkir teh tanpa gula yaitu 4-5%, sehingga teh merupakan minuman yang rendah kalori yang tepat untuk dikonsumsi orang yang ingin berdiet atau mempertahankan berat badan. Hanya saja karena kandungan tanin pada teh hijau lebih tinggi daripada teh hitam, disarankan untuk menurunkan berat badan sebaiknya lebih banyak mengonsumsi teh hijau. Tanin berkemampuan untuk menguraikan lemak.

Teh tergolong dalam minuman penyegar akibat kandungan kafein di dalamnya. Kandungan kafein dalam teh yaitu 60 mg per 100 ml. Kafein teh diserap usus dan masuk dalam aliran darah melalui proses yang kompleks dan sangat lambat sehingga reaksinya pun lebih ringan dari minuman berkafein lainnya. Jadi tidaklah berlebihan jika kita minum teh di pagi dan sore hari untuk mendapatkan pengaruh menyegarkan tersebut.

Ekstrak teh hijau secara nyata meningkatkan pembakaran energi sebanyak 4% jika dibandingkan dengan penggunaan placebo. Oleh sebab itu teh hijau mempunyai kemampuan untuk meningkatkan pembakaran kalori dan lemak yang berakibat pada penurunan berat badan. Dengan mengonsumsi teh hijau sebanyak 4 cangkir per hari, dapat membakar lebih dari 80 kalori yang tertimbun dalam tubuh.

Minum teh secara teratur berarti sudah memberi 400-2.000 ppm dari sekira 280 mg anjuran kecukupan harian magnesium. Selain itu, mineral fluor diperlukan dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi, juga berperan dalam metabolisme tulang. Anggapan bahwa teh bisa membuat gigi tampak kusam ternyata tidak benar. Sebab ternyata teh mengandung fluoride yang dapat menjaga kesehatan mulut dan mengusir karang gigi. Teh mampu mengurangi virus pada rongga mulut dan bakteri berbahaya yang menyebabkan sakit gusi dan karang gigi. Selain itu fluoride pada teh juga mampu menguatkan email gigi dan mencegah kerusakan gigi. Sumbangan fluor dari teh terhadap keperluan harian sekira 90-350 mg.

Minum teh bisa mencegah osteoporosis pada wanita pasca menapause, dengan adanya vitamin K pada teh. Minum teh secara teratur dapat memenuhi kebutuhan vitamin K terutama untuk wanita berumur 20 tahun ke atas. Orang yang minum teh secara rutin memiliki massa tulang yang lebih padat. Selain itu wanita berumur lebih dari 55 tahun yang setiap hari sedikitnya minum teh hitam dua kali, 54% berkurang kemungkinannya terkena serangan arterosklerosis dibandingkan yang tidak minum.

Teh membuat peredaran darah menjadi lancar dan bersih. Teh juga bisa mengurangi kadar kolesterol dalam darah serta menurunkan tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum 2-3 cangkir teh hitam per hari memiliki risiko lebih sedikit mendapat serangan jantung dibandingkan yang tidak minum teh. Hal ini disebabkan teh membantu memperbaiki ketidaknormalan pembuluh darah arteri bekerja pada saat orang menderita penyakit jantung.

Bagi penderita diabetes, kandungan polifenol dalam teh juga bermanfaat untuk membantu menurunkan tingkat gula darah. Selain itu teh juga membantu untuk memperlambat proses penuaan. Hal ini sebagai hasil kerja antioksidan yang terdapat pada teh, terutama teh hijau. Antioksidan mencegah produksi dan penumpukan oksigen aktif dan lipid peroksida dalam tubuh. Antioksidan pada teh juga memperlancar arteri mengirim darah ke jantung dan seluruh tubuh serta melindungi tubuh dari efek polusi serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menangkal serangan infeksi.


Sumber: Pusat Penelitian Teh dan Kina



[Dibaca 7617 kali]
Developed by JogjaCamp Teh Kesehatan Copyright 2013