Artikel kesehatan

Info Kesehatan
Teh terbukti mencegah penyakit degeneratif

Teh terbukti mencegah penyakit degeneratif

Riset telah menunjukkan bahwa teh sangat efektif dalam mencegah dan mengobati banyak penyakit. Teh dapat membantu menurunkan kolesterol, melindungi tubuh dari penyakit jantung dan stroke, demam, flu, kram menstruasi, nyeri kepala, gangguan lambung, menetralkan bahan-bahan penyebab kanker, dan masih banyak lagi.

Bagaimana cara kerja teh hitam bagi kesehatan ?

Terdapat banyak penelitian yang menunjukkan bahwa teh hitam dapat menghambat kanker. Tetapi apa di dalam teh itu yang membuatnya menjadi minuman kesehatan yang kuat? Jawabannya terletak pada senyawa kimia yang terkandung di dalam daun teh, yaitu: Polifenol, Flavonoid, dan Katekin.

Polifenol adalah antioksidan yang kekuatannya 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E, Polifenol juga bermanfaat untuk mencegah radikal bebas yang merusak DNA dan menghentikan perkembangbiakan sel-sel liar (kanker). Archie of Internal Medicine; menyebutkan pula bahwa Polifenol juga berperan sebagai pencegah kolesterol jahat (LDL = Low Density Lipoprotein).

Flavonoid berfungsi sebagai senyawa alamiah yang dapat membentuk sifat antibiotik, antiradang dan antioksidan. Serta mampu menghambat penggumpalan sel-sel platelet darah sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah pada penyakit jantung koroner dan stroke.

Katekin merupakan antioksidan yang sama kuatnya dengan beta-karoten dan layak pula mendapatkan reputasi sebagai pelindung jantung. Jean Carper di dalam The Food Pharmacy, dalam penelitiannya membuktikan katekin dapat memperkuat dinding pembuluh kapiler dan memperlambat proses aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah). Kandungan Katekin dapat pula membunuh Helicobar Pylori, bakteri pemicu kanker lambung.

Aktivitas polifenol maupun katekin sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas dapat mengurangi kerusakan sel sehingga proses penuaan menjadi lebih lambat.

Orang tua zaman dulu sering menganjurkan agar kita tiap pagi selalu mencuci muka dengan air teh yang telah direndam semalam (teh wayu). Peresapan air teh melalui pori-pori wajah kita diyakini akan membuat kulit muka selalu kelihatan kencang dan bersinar sehingga memberi kesan awet muda.

Teh adalah minuman pengulur usia. Studi di Norwegia menunjukkan bahwa mereka yang rajin minum teh minimal secangkir sehari akan dapat menekan angka kematian. Penelitian lainnya dengan subjek manusia usia lanjut (manula) di Belanda menghasilkan temuan bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung menurun seiring dengan kebiasaan minum teh.

Hal ini juga telah dibuktikan sendiri pada masyarakat China yang memiliki usia lebih dari 100 tahun.
''Di Indonesia usia 50 tahun meninggal dianggap biasa. Apalagi meninggalnya karena penyakit degeneratif. Teh merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit degenaratif yang sangat efektif.

Teh memang bermanfaat buat kesehatan karena mekanisme kerjanya menghambat penumpukan plak di arteri sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Para peminum teh juga mempunyai arteri yang lebih muda dan kurang rusak. Arteri yang rapuh akan mempermudah penumpukan kolestrol yang menyumbat pembuluh darah.

Oleh sebab itu, sering kali orang minum teh untuk menurunkan kolestrol di dalam tubuh, dan ada kaitannya dengan fungsi sebagai pelangsing tubuh.

Karena teh sendiri mengandung zat untuk menghambat penumpukan kolestrol dan mengurangi lemak jahat di dalam darah. Lebih dianjurkan bila minum teh jangan dicampur dengan gula. Karena gula akan menghambat bahan aktif di dalam teh tersebut.

Teh juga akan menetralisasi nitrosamin (penghancur sel) yang berasal dari daging olahan yang diawetkan dan menangkal HCA (amina heterosiklik). Bila kita memasak daging, terbentuklah senyawa HCA. HCA adalah zat penyebab mutasi yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA sel-sel tubuh manusia.

Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan HCA menyebabkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih.

HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika. Kekuatan antioksidan pada teh akan mencegah efek buruk HCA.

Teh adalah sup kimiawi yang kaya antioksidan. Kegiatan antioksidan dalam darah para peminum teh meningkat 41-48% setelah 50 menit minum teh hitam. Minum teh empat cangkir sehari kiranya memadai untuk mendapatkan manfaat positif antioksidan.

Senyawa-senyawa dalam teh juga mampu melawan kegiatan bakteri tertentu yang menyebabkan kerusakan jaringan gusi dan tanggalnya gigi. Kerusakan tersebut disebabkan oleh bakteri streptokokus mutans yang menyebabkan terjadinya pembusukan gigi. Untuk itu, disarankan pada saat minum teh sebaiknya tidak langsung ditelan. Melainkan saat minum teh langsung kumur-kumur sebentar kemudian ditelan. Karena teh juga mengandung flouride seperti halnya pasta gigi yang berfungsi untuk kesehatan gigi dan gusi.

Selamat mencoba teh hitam dan rasakan ke-Dahsyatannya !



[Dibaca 3271 kali]
Developed by JogjaCamp Teh Kesehatan Copyright 2013